Mote Kreatif
Semua ArtikelStudi Kasus · Hospitality

Rancabango Hotel: Strategi "A Place To Be Present" untuk Menang di Low Season

Bagaimana positioning yang tajam, local SEO + Google Hotel Ads, dan enam pilar konten membawa Rancabango Hotel menang di low season — occupancy 61% dengan marketing cost ratio 0.44%.

Rancabango Hotel: Strategi "A Place To Be Present" untuk Menang di Low Season

Ringkasan Campaign

Kampanye Q3 2025 untuk Rancabango Hotel & Resort disusun untuk menjawab tantangan low-season dengan fokus utama: menaikkan occupancy rate lewat positioning yang lebih tajam, visibilitas yang lebih kuat di mesin pencari, dan konten yang lebih relevan terhadap kebutuhan pasar.

  • What we sell: Experience “tropical escape” yang dekat, tenang, dan jujur—bukan “Bali palsu”, tapi “rasa” yang setara dengan cara uniknya sendiri.
  • Who we target: Independent traveler dan segmen group (residence / non-residence), dengan penekanan pada kebutuhan gathering & quality time.
  • How we win: Local SEO + Google Business Profile + Google Hotel Ads, dipadu konten video (IG/TikTok), UGC/KOL, dan narasi puitis yang membumi.

Insight Kunci & Masalah Utama yang Harus Diselesaikan

Dari analisa revenue stream, komposisi terbesar pendapatan berada di hotel (sekitar 70,5%). Sementara pendapatan tiket kolam renang hanya sekitar 1,7%, mengindikasikan perannya sebagai layanan pelengkap minor. Artinya: untuk menang di Q3, fokus utama harus men-drive booking kamar dan paket yang memperkuat nilai tinggal.

  • Occupancy baseline: rata-rata okupansi 2024 berada di kisaran 43% — ada ruang besar untuk ditingkatkan.
  • Instagram: CTR sudah cukup baik (sekitar 2%), namun impresi masih volatil dan positioning belum “clear”.
  • TikTok: view lebih baik, namun profil visit stagnan dan CTR sangat rendah (sekitar 0,03%), membuat konversi lemah.
  • Google Search: visibilitas belum unggul dibanding kompetitor yang agresif menggunakan sponsored ads—padahal search penting untuk market dewasa yang dominan.
  • Revenue risk: mayoritas pendapatan Jan–Sep 2024 banyak berasal dari “List Account” (sekitar 64%), dan perubahan kebijakan efisiensi korporat/instansi menjadi ancaman nyata.
Implikasi praktis: kita harus memperluas akuisisi di luar “list account” dengan menguatkan pasar FIT (independent traveler) dan group yang tepat—tanpa mengorbankan kualitas experience.

Strategi Funnel: Mudah Ditemukan → Dikunjungi → Dipilih

Untuk memenangkan Q3, kampanye diarahkan pada funnel sederhana namun tajam: Brand Awareness → Website Traffic → Conversion Rate. Setiap channel harus punya peran jelas: membuat orang menemukan, lalu mengunjungi, lalu memilih (booking).

  • Found (Discovery): Local SEO, Google Business Profile, Google Hotel Ads, dan TikTok/IG Reels sebagai mesin “reach”.
  • Visit (Consideration): Konten yang lebih direct ke kebutuhan pasar: paket, alasan datang, proof (UGC/review), dan angle seasonal.
  • Choose (Conversion): Penawaran kompetitif, narasi paling relevan, CTA booking yang tegas, serta trust layer (ulasan & testimoni).

Big Idea Campaign: “A Place To Be Present”

“Balinese Concept in Garut” adalah kekuatan, tapi juga tricky. Jika dipaksakan sebagai “bentuk”, ia mudah terasa kosmetik. Karena itu, strategi kreatif menggeser “Bali” dari estetika menjadi aspirasi rasa: tenang, lepas dari rutinitas, dekat dengan alam, dan quality time.

Tempat ini tidak menjanjikan Bali. Tapi ia menyajikan rasa yang sama—dengan cara uniknya sendiri.

Di situlah “A Place To Be Present” bekerja: tempat yang bukan hanya indah, tapi membuat kita ingin hadir sepenuhnya—dengan tubuh, pikiran, dan perasaan. Bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang jeda, ruang pulih, ruang pulang. Hashtag campaign #APlaceToBePresent dipakai konsisten di konten utama, UGC, dan kolaborasi KOL untuk membangun “memory structure” di audiens.

Pilar Konten & Output Bulanan

Pilar KontenFungsi di FunnelContoh Angle
Stay & SoulAwareness → ConsiderationRuang jeda, suasana tenang, kabut pagi, ritual “slow living”.
Rasa & RuangConsiderationF&B experience, ambience Arummanis, detail rasa & momen.
Sisi Garut Yang LainAwarenessGarut sebagai destinasi premium yang “tidak terduga”.
Event & PromoConversionPaket bundling, seasonal offer, urgensi, CTA booking.
Tropical EscapeAwareness“Jika kamu pernah mencari Bali, tapi tak sempat pergi…”
Kembali BersamaConsideration → ConversionGathering keluarga/komunitas, villa luas, area kumpul.

Arah Kreatif: Visual, Foto, dan Copy

Karena positioning-nya tentang “rasa”, maka visual dan kata harus jadi penghantar suasana. Arah kreatif campaign disusun agar konten terasa tenang, hangat, puitis, dan tetap membumi.

  • Visual Direction: Lembut dan menggoda: warna alami, kabut, tekstur kayu, cahaya organik—membuat orang ingin “tinggal lebih lama”.
  • Copywriting Direction: Undangan lembut, bukan promosi keras. Kalimat kontemplatif yang mengajak audiens “hadir”.
  • Photography Direction: Manusia sebagai bagian kecil lanskap. Fokus ke detail: embun, kabut, tekstur—hening, tidak penuh distraksi.
Kalau konten hanya “cantik”, ia berhenti di like. Kalau konten mengantar rasa, ia bergerak ke klik, DM, dan booking.

Aktivasi Channel: Google, Instagram, TikTok

1) Google: Local Visibility & Consideration

  • Optimasi Google Business Profile (profil, foto, kategori, Q&A, posting rutin).
  • Manajemen ulasan proaktif untuk menaikkan trust dan ranking lokal.
  • Local SEO dengan keyword yang relevan (hotel/resort Garut, villa private, staycation Garut, dsb.).
  • Aktivasi Google Hotel Ads untuk mengunci demand pencarian yang sudah “siap beli”.

2) Instagram: Etalase Brand & Proof

  • Perjelas positioning: “tropical escape di Garut” dengan narasi yang konsisten.
  • Kurasi feed sebagai “brochure modern”: pilar konten + highlight paket + proof (review/UGC).
  • Manfaatkan Instagram search lewat kata kunci di caption, alt text, dan highlight yang rapi.

3) TikTok: Relevansi, Retensi, lalu Klik

  • Prioritaskan format video sebagai format utama (hook cepat, momen hening, ambience).
  • Konten harus lebih direct ke kebutuhan pasar (escape, family gathering, couple, promo bundling).
  • Bangun trust lewat UGC & KOL agar “ingin menginap” berubah jadi tindakan.

KPI & Ukuran Keberhasilan

FunnelKPI UtamaCatatan Implementasi
AwarenessImpressions, Reach, Video ViewsFokus konsistensi pilar + creative direction untuk membangun memori.
TrafficProfile Visit, Website Click, CTRPerkuat CTA, link flow, highlight paket, dan proof (review/UGC).
ConversionInquiry/DM, Booking, Occupancy RatePenawaran kompetitif + narasi relevan + trust layer (Google reviews & UGC).

FAQ

Kenapa “Bali” tidak dipakai sebagai klaim utama?

Karena “memaksakan Bali di Garut” berisiko terasa kosmetik. Strateginya: mengubah “Bali” menjadi simbol rasa/aspirasi (tenang, tropis, quality time), sehingga positioning lebih jujur dan lebih tahan lama.

Kenapa Google (SEO & GBP) jadi prioritas?

Search adalah medium konsiderasi yang kuat, terutama untuk market dewasa yang masih dominan. Saat orang mencari, mereka cenderung sudah dekat dengan keputusan. Karena itu, visibilitas di mesin pencari dan trust dari ulasan menjadi pengungkit konversi.

Bagaimana TikTok bisa membantu booking kalau CTR rendah?

TikTok menang di discovery. Namun supaya berujung booking, konten harus lebih relevan (direct ke kebutuhan), punya proof (UGC/KOL), dan mengarahkan audiens ke jalur konversi yang jelas (profil, link, paket, CTA).

Penutup: Menang Q3 Itu Soal “Rasa” yang Terukur

Campaign Q3 2025 Rancabango bukan sekadar kalender konten. Ini adalah upaya menyatukan positioning, sistem visibilitas digital, dan eksekusi kreatif agar “tropical escape” terasa nyata, mudah ditemukan, dan akhirnya dipilih.

Awareness tinggi + tawaran kompetitif + trust layer = kombinasi kemenangan.
Siap mulai?

Siap scale penjualan brand kamu?

Diskusi 30 menit, Gratis. Kami review kondisi bisnis kamu dan kasih rekomendasi — cocok atau tidak, kami jujur bilang.

Kalau cocok, kami submit proposal.
Kalau tidak fit, kami jujur bilang.